- Advertisement -
AnimangaOtaku Area

Ini Nih, Alasan Mangaka Tak Mau Tunjukkan Wajah Mereka!

Ini Nih, Alasan Mangaka Tak Mau Tunjukkan Wajah Mereka!

IDNation.net – Apa kalian pernah terpikirkan, bahwa selama ini kita mungkin tidak mengetahui wajah mangaka dari seri yang kita sukai? Alih-alih muncul di publik, mereka seringkali menyembunyikan diri mereka di balik nama pena dan karikatur yang biasa dimunculkan dalam komik.

Hiromu Arakawa (Fullmetal Alchemist)

Ok, mungkin memang ada sebagian kalangan mangaka yang memperlihatkan wajah mereka, tapi itu bisa dibilang adalah sebagian kecil dari populasi mangaka Jepang yang berkarya selama ini. Sebagian besar dari mereka yang memperlihatkan wajah mereka adalah mangaka yang memang sudah begitu tersohor sehingga sudah tidak memungkinan untuk bersembunyi di balik nama pena mereka. Contohnya dua orang di bawah ini:

Eichiiro Oda (One Piece)
Masashi Kishimoto (Naruto)

Walau foto wajah mereka memang sudah beredar di internet, namun bukan berarti mereka suka muncul di depan publik, lho. Contohnya kasus di bawah ini:

Oda dalam salah satu acara TV Jepang

Untuk bisa mengetahui wajah dari pengarang komik yang disukai, biasanya para fans akan datang ke acara konvensi komik, sesi tanda tangan, atau event lainnya. Namun para mangaka biasanya akan menolak bila kita ingin memfoto wajah, kalaupun boleh biasanya mereka akan menutupi wajah mereka dengan sesuatu.

 

Kira-kira alasan apa ya yang membuat para mangaka ini tidak ingin terlihat di publik? Yuk kita bahas sedikit.

 

Privasi, Norma, dan Budaya

Privasi adalah hal yang benar-benar dianggap serius di Jepang dan hal tersebut sudah begitu membudaya. Berdasarkan artikel dari Japan Times ini, kita jadi mengetahui bahwa Jepang menganggap bahwa privasi dan foto individu adalah bagian dari hak asasi manusia yang diatur lewat Undang-Undang. Karena sebab ini, kita tidak bisa sembarangan memfoto atau merekam siapapun di Jepang tanpa izin dari mereka. Ok, mungkin ada celah di peraturannya seperti kita masih tidak melanggar apabila hanya merekam sebentar/foto tanpa target spesifik, tapi tidak menutup kemungkinan kalau kalian bisa dituntut karena dianggap melanggar privasi mereka dengan tindakan tersebut.

Image by Japan Times
Memisahkan kehidupan profesional dan pribadi

Mungkin ini dilakukan oleh banyak orang, tidak hanya khusus untuk mangaka. Terkait dengan profesionalisme, mangaka bisa dikatakan ingin karya merekalah yang dilihat dan dinilai, tidak perlu sampai melihat diri mereka. Penyebab lain adalah mereka tidak ingin orang terdekat mereka tahu kalau mereka komikus, terlebih ketika mereka mengerjakan komik yang berbau mesum atau vulgar.

Berkat sudut pandang privasi juga, banyak mangaka yang tidak ingin kehidupan pribadi mereka diganggu oleh para fans iseng. Bisa dibayangkan kan betapa tidak nyamannya kalian ketika rumah kalian dikerubungi oleh banyak orang tak dikenal yang hanya sekedar ingin tahu kalau kalian di rumah atau tidak. Lebih parah lagi, kalau kehidupan pribadi dicampur dengan kehidupan mereka sebagai mangaka, bisa-bisa kehidupan pribadi mereka terancam karena amukan dari para fans yang tidak puas. Contohnya seperti yang terjadi pada kantor Gainax setelah kontroversi dari ending anime Neon Genesis Evangelion.

Vandalisme Kantor Gainax

Coba bayangkan kalau mereka tahu rumah dari si pencipta seri, bisa-bisa diteror lho. Hii…

 

2-chan dan 4-chan or Internet in general

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa internet adalah tempat yang keras. Terlebih untuk mereka yang tidak dianugerahi wajah dan tubuh rupawan. Heck, bahkan walau kalian secantik/seganteng apapun tidak akan bisa lepas dari penggunjingan dunia maya berkat “fitur” internet yang bisa membuat seseorang bersembunyi di balik akun virtual. Tentu kalian sudah tak asing dengan 2-chan (JP) dan 4-chan (EN). Sebagai image board yang paling besar terkait dunia per-wibu-an, kedua website itu terkenal karena seringnya komentar kasar yang muncul terhadap sesuatu. Bersembunyi di balik label “anonymous”, seseorang bisa saja menjelek-jelekkan mangaka sesukanya dan itu sering terjadi ketika wajah para mangaka muncul di internet.

 

 

Kalau untuk komikus Indonesia sih sepertinya tak begitu berbeda, sebagian memang bersembunyi di balik alter ego/persona dan sebagian tidak malu untuk menunjukkan wajah, mungkin sebagai salah satu bentuk ekspresi kebanggaan akan kepemilikan sebuah IP. Ini bisa menjadi salah satu topik, tapi mungkin akan dibahas lain waktu.

4
like
0
love
4
haha
1
wow
1
sad
0
angry
Rizki Firdaus
the authorRizki Firdaus
An ex-NEET but undeniably still a weeb.