- Advertisement -
Culture Japan

Inilah Kenapa Masyarakat Jepang Bekerja Sangat Giat Demi Perusahaan

Inilah Kenapa Masyarakat Jepang Bekerja Sangat Giat Demi Perusahaan

IDNation – Masyarakat di Jepang terkenal mempunyai jam kerja terlama di dunia. Hampir seperempat perusahan di Jepang memperkerjakan karyawannya lebih dari 80 jam lembur per bulan. Mirisnya lagi, tambahan jam kerja lembur itu sering tidak dibayar oleh kantor. Perilaku yang seperti itu telah menjadi budaya di Jepang dan banyak dipengaruhi oleh karakter salaryman.

Salaryman ini sangat setia dengan tempat mereka bekerja dan rela mengabdikan diri pada perusahaan selama sisa karir mereka sehingga sang salaryman ini tidak mempunyai banyak waktu untuk istirahat. Jadi jangan heran jika kalian sedang berlibur di Tokyo dan mendapati banyak orang tengah berjalan dengan menggunakan seragam dan tas layaknya orang kantoran pada jam 3 pagi.

Inamuri! Budaya Tidur Jepang Yang Aneh Tapi Wajib Dihormati

Besarnya jam kerja bukan berarti produktivitasnya juga tinggi lo. Faktanya, Jepang mendapati posisi paling bawah diantara G7 Nations dengan parameter tingkat produktivitasnya. Hal ini kemungkinan ada kaitannya dengan Karoshi  yang berarti mati karena bekerja terlalu keras. Biasanya para pekerja ini meninggal karena stress, serangan jantung, stroke dan bunuh diri. Ada ratusan kasus karoshi yang dilaporkan dan konon katanya ada lebih banyak lagi kasus karoshi yang belum tercatat atau tidak dilaporkan.

Untuk menangani masalah ini, sudah banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan – perusahaan di Jepang untuk mengurangi jam kerja yang berlebihan ini. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mematikan lampu di kantor ketika sudah jam 10 malam untuk memaksa para salaryman ini pulang. Pemerintah juga sudah mewajibkan para karyawan untuk mengambil setidaknya 5 hari setiap tahun yang dikhususkan untuk berlibur.

Pada tahun 2016, pemerintah Jepang menetapkan hari libur baru yang diberi nama “Mountain Day”. Kebijakan ini berhasil menambah jumlah hari libur nasional di Jepang. Tidak hanya itu, pada tahun 2017, pemerintah Jepang juga mengeluarkan kebijakan baru yang dinamakan “Premium Friday”. Kebijakan ini mendorong para perusahaan untuk mengijinkan karyawannya meninggalkan kantor jam 3 sore pada hari Jumat terakhir di akhir bulan.

Tapi siapa sangka ternyata berbagai cara yang dilakukan oleh Pemerintah Jepang maupun para perusahaan ini tidak terlalu efektif. Pasalnya budaya dan tradisi lah yang mendorong para masyarakat di Jepang mementingkan kepentingan bersama (perusahaan) daripada diri sendiri. Selain itu, banyak karyawang tidak ingin untuk menjadi orang pertama yang meninggalkan kantor (mungkin karena akan dianggap malas)

serta banyak alasan lainnya.

Nah, sifat kerja keras dan setia pada perusahaan memanglah hal yang baik. Namun, jika dilakukan terlalu berlebihan akan merugikan diri sendiri. Maka ada baiknya juga untuk meluangkan waktu khusus untuk merawat dan memanjakan diri. Tetap pantengin terus IDNation ya guys untuk info seputar Jepang!

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry
Andreas Cahyo
the authorAndreas Cahyo
Hanyalah seorang pemain bass yang menyukai musik japan..