- Advertisement -
Culture JapanJapanese News

Jepang Akan Menaikkan Umur Legal Pernikahan Untuk Perempuan

Dari umur 16 tahun menjadi 18 tahun

Jepang Akan Menaikkan Umur Legal Pernikahan Untuk Perempuan

IDNation.net – Pemerintahan Jepang mengubah legislasi mereka dengan menurunkan usia kedewasaan para wanita, namun menaikan umur legal bagi mereka yang ingin menikah. Majelis Tinggi Nasional Jepang telah setuju untuk menurunkan usia kedewasaan bagi rakyatnya yang semula 20 tahun menjadi 18 tahun. Legislasi ini sebenarnya sudah diajukan semenjak bulan Maret lalu, namun dilakukan beberapa perbaikan mengenai kode sipil dan pada 13 Juni kemarin.

Remember, always wear a suit

Perubahan ini dilakukan karena banyaknya orang Jepang yang mulai bekerja pada umur 18 tahun. Dengan menurunkan umur kedewasaan mereka, para pekerja muda tersebut dapat membuat perjanjian kontrak seperti pinjaman bank, pembuatan kartu kredit, dan penyewaan apartemen tanpa persetujuan orang tua mereka. Namun, meski umur kedewasaan tersebut telah diturunkan, alkohol, rokok, dan perjudian di Jepang tetap hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang berumur 20 tahun ke atas.

Go back kid, this is adult world

Perubahan pada legislasi tersebut tidak hanya semata-mata tentang penurunan usia kedewasaan, tetapi juga menaikan usia legalitas pada wanita Jepang untuk menikah. Sebelum legislasi ini disahkan, para wanita Jepang dapat menikah di umur 16 tahun, dimana umur tersebut 2 tahun lebih muda dibandingkan laki-laki. Dengan peraturan baru ini, umur pernikahan tersebut telah dinaikan dari 16 tahun menjadi 18 tahun.

Well, something to be like this

Peraturan baru ini banyak disambut baik oleh banyak orang, walau tetap ada beberapa kekhawatiran bagi beberapa pihak. Menteri pendidikan, budaya, olahraga, sains dan teknologi menceritakan kekhawatirannya tersebut berkaitan dengan acara kebudayaan tradisonal mereka, yaitu Seijin no Hi atau Coming of Age Day. Dengan menurunkan umur kedewasaan menjadi 18 tahun, maka upacara Seijin no Hi tersebut akan dilaksanakan pada bulan Januari, yang mana akan bertabrakan dengan periode ujian masuk perguruan tinggi di Jepang.

And now they’re going to searching how to make number 16 with one hand for a picture

Melihat kesibukan pada upacara Seijin no Hi tersebut, mereka takut kalau karir edukasi para generasi muda Jepang akan terganggu. Mereka juga takut akan kurangnya pengalaman serta ketelitian para anak-anak yang berusia 18 tahun tersebut, sehingga mereka dapat ditipu oleh kontrak yang tidak adil, namun mengikat secara legal. Untuk menghindari hal tersebut, pemerintah merencanakan untuk menginvestigasi kebijakan apa yang harus diambil selama 2 tahun ke depan setelah legislasi ini berlaku tanggal 1 April 2022 nanti.

People who trying to enter their university in honest way

Apakah kalian setuju dengan legislasi Jepang yang baru ini? Apabila tidak mungkin sebaiknya kalian menyiapkan alasan yang tepat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

 

Source: Soranews24

8
like
0
love
0
haha
0
wow
6
sad
0
angry
Yahya Pambudhi
the authorYahya Pambudhi
Ordinary Anon