DOTA 2Esport News

Kilas Balik DotA 2 2018 : Dendi – Akhir dari Era Na’Vi

Kilas Balik DotA 2 2018 : Dendi – Akhir dari Era Na’Vi

IDNation.net- 2018 ini banyak sekali moment mengejutkan yang mengubah dunia kompetitif eSports baik yang lokal maupun internasional, akan tetapi kepergian sang legenda DotA 2 Danil “Dendi” Ishutin dari Na’Vi merupakan salah satu berita terbesar yang ada. Sekian tahun senyum dan tawa serta passion yang dimiliki nya untuk setiap pertandingan yang ia lalui,  Sebagai Poster Player untuk DotA 2 yang menjadi acuan dari para fans nya, akhirnya mundur dari tim yang sudah dinaungi nya selama 8 tahun meski ia tidak mundur dari DotA 2 secara penuh.

Tahun 2006 lalu dimana DotA baru gembar gembor nya, disini lah Dendi menemukan karir profesional nya. 4 tahun sebelum DotA 2 di rilis untuk dunia dan disaat ini lah Dendi sudah siap membawa dunia DotA ke langkah yang lebih tinggi. Perjalanan nya menggapai tingkat teratas bisa terbilang cukup gemilang – dalam hitungan bulan, bersama Na’Vi, ia membuat sejarah dengan meraup $1,000,000,- total hadiah dari pertama kalinya event The International ! Di event ini dan moment inilah dimana Dendi dan Na’Vi menancapkan bendera kesuksesan mereka dan menjadikan tanda bahwa ini adalah hasil yang mereka raih setelah melewati rintangan yang kian tak ada ujung, dan disini lah perjuangan Dendi baru saja dimulai.

Dendi terus memberikan kesan “wah” berturut turut dengan menjadi runner up The International 2 kali secara berturut turut dan salah satunya bermain di Grand Final TI3 melawan Alliance, yang disanding menjadi Grand Final yang paling bersejarah sepanjang waktu. Di akhir 2013, gemilang Na’Vi mulai memudar tetapi Dendi tetap berdiri tegar dan kuat meski pergantian rooster terus berlalu. Ada secercah harapan untuk Na’Vi, dari beberapa berita dengan tanjuk “Na’Vi is back !” ketika mereka akan memenangkan suatu turnamen atau event, meski begitu mereka tidak dapat mengembalikan posisi mereka sebagai tim papan atas seperti dulu.

September 2018 setelah Na’Vi gagal kualifikasi untuk The International untuk kedua kali nya setelah 8 tahun berjalan :

Dalam video mengumumkan perombakan rooster untuk Na’Vi dari CEO Yevzhen Zolotarov, yang mengkonfirmasi bahwa Dendi sudah tidak lagi bagian dari tim. Setelah bermain selama 8 tahun untuk 1 organisasi tanpa berpindah, memecahkan rekor dan menjuarai turnamen. Dendi memutuskan untuk mengubah status menjadi Inactive di rooster tetapi tidak berhenti bermain dari DotA 2.

Setelah Inactive dari rooster, Dendi bermain dengan Vega Squadron dan lebih menariknya lagi ia bermain dengan rekan lama nya Clement Puppey“ Ivanov di Team Secret sebagai Stand-in saat Maincast Autumn Brawl. Dendi masih mencari tim baru, dan kita hanya bisa berharap ia dapat menemukan tim baru dan menunjukan kembali skill fantastisnya kembali !

Berikut adalah prestasi dan moment memorable dari Dandi :

  • The International 2012 The Play !

  • Dendi “meledek” Puppey dengan “Gangnam Style” The International 2013 All-Star Match

  • The International 2015 – Dendi is the Pudge chosen to join the All Star Match

  • Dendi memegang rekor bermain dengan satu organisasi terbanyak dengan 1560 game bersama Na’Vi
  • Dendi juga menjadi satu satu nya pemain yang bermain di 6 The International dibawah organisasi yang sama, menjadi player terpopuler dan paling berpengaruh dalam komunitas DotA 2

2018 memang banyak sekali drama besar di dunia eSports terutama DotA 2, tetapi kepergian Dendi dari Na’Vi adalah salah satu hal yang besar untuk diingat dan diketahui karena legacy yang telah dibangun selama 8 tahun adalah hal yang harus kita ingat.