- Advertisement -
DOTA 2Esport NewsLeague of Legends

LoL atau DotA 2 ? Kenapa LoL di Asean Games 2018 ?

LoL atau DotA 2 ? Kenapa LoL di Asean Games 2018 ?

IDNation.net- Sikut menyikut satu dengan yang lain, seperti itulah sifat rivalitas dua game raksaksa League of Legends dan DotA 2. Keduanya tidak berhenti – henti menyuarakan bahwa mereka adalah game ‘MOBA’ terbaik dan paling layak disebut ‘Mother of MOBA’. Hingga tiba tamparan keras dari Asian Games 2018 yang lebih memilih League of Legends ketimbang DotA 2.

Rumor, pemilihan pada game LoL dibandingkan dengan game DotA 2 dikarenakan pemail LoL lebih banyak peminatnya di banding dengan DotA 2 secara global, tapi apakah memang benar rumor tersebut ?  yuk kita lihat data – data berikut.

  • Jumlah Penonton dan Pemain

Dari data ini, LoL sudah jelas mengalahkan DotA 2 dalam hal penonton dan player database. Berdasarkan data yang sudah di dapat dari eSport Observer memang sudah terlihat jelas kalau DotA 2 kalah dengan LoL.

Dari segi konten, yang paling sering di kunjungi dari website gaming seperti twitch, LoL yang lebih di senangi dibanding dengan rivalnya yaitu DotA 2. Selain faktor konten yang cukup di gemari, LoL mempunyai database pemain yang juga besar.

Pada saat ini, pemain LoL telah menyentuh angka 100 juta pemain di seluruh dunia, sedangkan DotA 2 hanya memiliki 13 juta pemain yang aktif.

  • Pemain dan Tim Bintang

Figur pemain bintang sangatlah penting untuk urusan promosi, terutama di ajang besar seperti Asian Games 2018. Tentunya peran mereka adalah mengajak anak muda berpartisipasi memberikan dukungan, bukan sekedar dari kalangan komunitas sehati tapi merangkul kelompok lain untuk bersama-sama ke Asian Games 2018.

Memang keduanya belum banyak raih silverware di ajang internasional, tapi di level SEA dan Asia, tim DOTA 2 mulai banyak disegani bahkan untuk soal individu, sudah banyak yang ada di top leaderboard SEA bahkan menduduki nomer 1 dunia. Tentunya masyarakat Indonesia ingin melihat perwakilan tanah air bisa memberi perlawanan ketika tiba saatnya Asian Games dimulai, apabila Indonesia masih belum memiliki ‘taji’ dalam Asian Games, mimpi memperlihatkan eSports sebagai olahraga digital baru bisa-bisa lebih banyak malunya dibanding bangganya.

  • Mempunyai Peluang Bisnis dan Profesi, LoL atau DotA 2 ?

Berdasarkan data yang di dapat dari esportsearnings.com, pemain LoL di Indonesia dengan pendapatan terbanyak baru mencapai di angka $4.000-an, sementara pada DotA 2 di ranking ke-10 sudah berhasil mengumpulkan angka yang sama. Sistem franchise yang dimiliki LoL mungkin memang terencana dengan baik, untuk pemain sistem seperti ini menjanjikan stabilitas dan target-target yang terlihat di depan mata.

Berbeda dengan rivalnya DotA 2, walau mereka lebih sedikit memiliki turnamen, tetapi turnamen ini beredar menyeluruh di hampir seluruh dunia dan semua pihak bisa berkontribusi untuk menggelar turnamen. Dari sanalah kenapa DotA 2 bisa memiliki hadiah uang tunai yang angkanya sangat fantastis.

Bagaimana tanggapan kalian guys ? menurut admin DotA 2 layak loh dengan LoL untuk mengikuti ajang Asian Games 2018, tetapi LoL mempunyai prospek besar di Asia khususnya yang berdasarkan data tersebut. Dan memang sudah cukup terbukti kalau LoL di Asia memang sangat besar peminatnya di bandingkan dengan DotA 2.

Ikuti terus eSport news di https://idnation.net dan ramaikan kompetisi eSport Indonesia !

Baca juga :

Komunitas DotA 2 dan FIFA 18 Kecewa Terhadap Asian Games 2018

 

0
like
1
love
0
haha
0
wow
1
sad
0
angry