- Advertisement -
Esport News

Menggunakan Program Ilegal, Tim Dota 2 Thunder Predator di Diskualifikasi dari Qualifier TI 2018!

Menggunakan Program Ilegal, Tim Dota 2 Thunder Predator di Diskualifikasi dari Qualifier TI 2018!

IDNation.net– Kompetisi besar Dota 2, The International 2018 akan segera diadakan pada bulan Agustus nantinya. Kompetisi besar selalu ada yang namanya babak penyisihan untuk mencari team terbaik.

Tak dipungkiri seluruh tim besar Dota 2 pasti menginginkan untuk berpartisipasi dalam The International 2018. Salah satunya Thunder Predator berhasil mengikuti Qualifier disesi kedua bersamaan dengan Midas Club dan Tours Gaming. Pada sesi pertama dimenangkan oleh tim 3 besar di South America yaitu SG e-sports, paiN Gaming dan Infamous.

Namun hal yang cukup kontroversi terjadi yaitu member dari Thunder Predator terbukti menggunakan program ilegal. Pada sesi Closed Qualifier, Thunder Predator sempat kalah melawan tim SG e-sport dan paiN Gaming, tetapi tetap lolos mencapai babak Playoff dengan menang melawan tiga tim lainnya.

Hal yang cukup kontroversi itu terjadi pada game ke-3 saat melawan paiN Gaming pada sesi playoff. Member Thunder Predator Juan “Atun” Ochoa menggunakan hero Huskar, tapi dia cukup terhamdat di Lane nya. Walau terhambat dia mampu mengunakan item bernama Armlet dengan sangat baik hingga mampu memenangkan pertandingan itu.

Setelah itu Thunder Predator lanjut melawan SG e-sport disesi semifinal. Lagi lagi Juan “Atun” Ochoa menunjukan permainan dia menggunakan Huskar dengan item Armlet. Permainan itu sungguh menakjubkan karena mampu mengalahkan SG e-sport di game ke-2. Hal yang lebih mengejutkan terjadi pada game ke-3 yaitu dimana Juan “Atun” Ochoa menggunakan hero Meepo lebih tepatnya disaat dia menggunakan skill Poof untuk memindahkan bayangan Meepo ke 1 tempat dalam waktu yg sama.

Seluruh hasil permainan Atun menimbulkan kontroversi sehingga dicurigai dan tenyata benar menggunakan program ilegal. Permainan dia mampu dilihat dengan jelas di fitur “Combat Log” yang disediakan untuk penonton yang ingin melihat apa yang sudah dilakukan didalam game.

Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata Atun menggunakan semacam Code Script Macro agar dapat menggunakan skill Hero lebih cepat dari pemain normal terutama Poof milik Meepo.

Hal tersebut sangat dilarang oleh Valve karena menggunakan program ketiga untuk bermain dikompetisi. Setiap tindak kecurangan pasti ada hukuman bukan? Sangat disayangkan akibat tindakan Atun, Thunder Predator harus di diskualifikasi dari babak Playoff Qualifier TI 2018.

Tindakan seperti itu seharusnya tidak baik dilakukan apalagi untuk bermain di skala kompetisi besar bahkan International. Semoga player professional asal Indonesia tidak meniru tindakan ini karena akan merugikan hingga menjelekan nama tim bahkan Negara. Bagaimana tanggapan kalian nih sobat IDnation?

Yuk ikuti terus berita terbaru seputar e-Sport hanya di IDNation.net!

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry