- Advertisement -
EntertainmentOtaku Area

Sepuluh Alasan Bahwa Dunia Nyata adalah Game Sampah

Sepuluh Alasan Bahwa Dunia Nyata adalah Game Sampah

“Real life is undoubtedly a kusoge!”

IDNation.net – Kalimat tersebut nampaknya sudah cukup banyak muncul di kalangan para otaku, baik di dunia nyata atau bahkan sampai ke dalam dunia 2D. Kusoge (クソゲ) adalah sebuah istilah dalam bahasa Jepang yang tersusun dari kata kuso (糞) yang berarti “sampah“, dan Ge (ゲ) yang merupakan singkatan dari Geemu (ゲーム), atau yang berarti “game“. Dengan kata lain, kusoge adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu game yang memiliki kualitas yang sangat buruk, sampai-sampai game tersebut layak untuk dibilang “sampah“. Istilah ini seringkali digunakan di dalam internet, terutama oleh para pengguna 2channel, sebuah situs imageboard Jepang yang terkenal.

Pada awalnya, istilah tersebut digunakan untuk menyebut game yang memiliki kualitas rendah seperti bug atau glicth yang berlebihan, sehingga para pemain justru merasa stress akibat memainkan game tersebut.

Sebagai contohnya, sebuah game jadul yang memiliki gambar yang buruk, kota/dungeon/peti harta karun yang tidak terlihat, dan ketika game tersebut direset maka levelmu akan ikut ter-reset menjadi 0 kembali.

Atau contoh lainnya adalah ketika kalian bermain serial game Pokemon tetapi tidak ada random encounter, sehingga menangkap pokemon baru adalah suatu hal yang mustahil.

Too old for you? Game kacau seperti itu tidak hanya terbatas pada game-game jadul saja lho, kalian para gamer tentunya tahu tentang game No Man’s Sky yang sempat heboh sewaktu gamenya rilis tahun 2016 kemarin.

Saking terkenalnya istilah kusoge, para pemain game dating sims, atau galge, atau visual novel juga mulai memakai istilah tersebut. Hal itu mulai menjadi sebuah lelucon, sampai muncul seseorang yang mengatakan, “kehidupan nyata di dunia ini adalah sebuah kusoge” dikarenakan sangatlah berbeda dengan kehidupan yang ada di dalam game atau visual novel. Pengguna twitter di Jepang pun sempat menuliskan sepuluh alasan mengapa dunia nyata ini layak untuk disebut sebagai kusoge.

1. Tidak ada yang namanya tombol “reset” di kehidupan ini

“this is not counted as spoiler right?”

Kalian memecahkan piring tetangga? Atau kalian menghilangkan tupperware milik ibu kalian? Tentunya kalian tidak akan bisa menghapus rasa malu dan rasa bersalah tersebut dari hidup kalian dengan tombol “reset. Apa yang kalian perbuat harus kalian pertanggung jawabkan, entah itu baik ataupun buruk.

2. Kalian tidak bisa memilih penampilan kalian sendiri

  • eye: default
  • nose: default
  • mouth: default
  • your life: default

Apa yang menjadi salah satu daya tarik dari game RPG? Tentu saja kebebasan untuk mendesain karakter yang kalian mainkan. Fitur yang satu ini sudah menjadi kesenangan tersendiri bagi para pemain game. Mereka dapat menyesuaikan tampilan karakter yang mereka mainkan sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Bukan hanya tampilan, kalian juga bisa memilih genderyang berarti kalian bisa menjadi waifu/husbando yang diidamkan pada dunia game seperti *uhuk* custom *uhuk* maid

“Master~”

Namun kenyataannya, kalian di dunia nyata hanya memiliki opsi yang terbatas mengenai hal ini. Kalian mungkin bisa merubah penampilan kalian di dunia nyata, tetapi tidaklah semudah meng-klik mouse di komputer, dan di dunia nyata, ada yang dinamakan faktor keberuntungan.

3. Real life: You Can (Not) Save

“Just give me the bloody save point please.”

Apakah kalian semua merupakan manusia yang sedang/pernah menikmati masa mudanya? Tentunya tidak. Ada berapa orang yang masa mudanya terpuruk karena masalah cinta, salah satunya adalah gagal atau takut dalam menyatakan perasaannya kepada orang yang disukai. Pada saat tersebut, bayangkan saja apabila ada sebuah sistem untuk melakukan save data di dunia nyata, maka sudah ada berapa orang yang kalian nyatakan cintanya? Atau berapa orang yang akan berhasil dalam mengambil keputusan yang sulit? Tentunya ini adalah sebuah fitur yang sangat diinginkan, walaupun harus mengetik di mesin ketik meski sedang dikejar zombie.

4. Penampilanmu adalah aset yang sangat amat berharga

“Sorry for being default mode”

Walaupun sedih, tetapi hal ini memang terjadi di dunia nyata, dimana penampilan dari seseorang akan dianggap lebih penting dibandingkan dengan kemampuannya. Kalau kita melihat ke dalam dunia 2D sekalipun, karakter-karakter utama dari serial harem, berapa banyak dari mereka yang dinilai “berpenampilan jelek”? (kecuali om-om gendut yang sering muncul di banyak serial khusus)

 

5. Kalian hanya memiliki satu nyawa

“no more, [one down, nine to go!]”
Ingin menjadi petualang yang mengalahkan raja setan dan memperistri tuan putri dari sebuah kerajaan? Silahkan cari power berry terlebih dahulu dan rekrut anggota party yang banyak, 108 orang pun masih belum cukup. Di dunia nyata tidak ada yang namanya extra life, setiap orang hanya memiliki satu nyawa dalam kehidupannya. Ketika jempol kaki kita tidak sengaja membentur kaki meja saja sudah terasa seperti critical hit, apalagi nanti jika kalian harus bertarung melawan succubuss.

6. Kehidupan ini adalah jalan satu arah

“Go right! Go right!”

Pernah melihat adanya peringatan di depan mata kalau kalian salah jalan sewaktu menyetir? Kalian hanya bisa berjalan maju walaupun kalian sadar kalau itu adalah jalan yang salah, dunia nyata pun demikian. Ketika kalian mash belum menjalani pilhan tersebut, berputar kembali masih dapat memungkinkan, tetapi ketika sudah terlanjur masuk, maka hanya berjalan majulah pilihannya, seperti pilihan menyukai trap misalnya.

7. Menghancurkan musuh = Menghancurkan diri sendiri

“can I shout, [OBJECTION!]?”
Kalian ingin menghancurkan karir atau kehidupan musuh kalian? Mungkin sebaiknya kalian pikirkan hal tersebut dengan baik karena ada kemungkinan kehidupan kalian sendiri bisa hancur. Persaingan di dunia nyata tidaklah semanis seperti yang di dalam dunia komik atau game. Ketika kalian berhasil menang atas lawan kalian, bisa jadi malah kalian yang diberi label penjahat dan berurusan dengan hukum.

8. Ganti job di dunia nyata sangatlah menyusahkan

“how to make Payon Solution again?”

Ketika di dalam game, apabila kalian ingin mengganti job milik kalian tentunya akan ada quest khusus yang disediakan oleh game tersebut. Tingkat kesulitan quest itu cukup beragam, tetapi biasanya berada di level menengah ke atas. Namun di dunia nyata, quest itu sendiri jauh lebih susah daripada di game. Gampangnya, ketika kalian yang bekerja sebagai mekanik dan ingin ganti kerjaan menjadi dokter, maka mengalahkan 13 zombie dan 6 mumi saja tidak akan cukup.  Kalian harus kembali menjadi budak mahasiswa untuk mempelajari ilmu yang diinginkan dalam jangka waktu yang lama.

9. Grinding seharian penuh dapat tidak mempengaruhi level kalian

“no life is actually no grinding”

Kalian pikir game GBF adalah game dengan grinding setan? Atau game mengumpulkan material untuk membuat kartu gadis cantik berpedang? Kalian salah besar, sebenarnya game dengan grinding yang paling sadis itu adalah dunia nyata. EXP yang kalian dapatkan selama belajar 10 jam non-stop sering kali tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Terutama dalam dunia bekerja, kenaikan jabatan mungkin bisa didapatkan setelah kalian menjadi hermit di kantor selama beberapa tahun.

10. Menyelesaikan game ini berarti game over

“respawn please”

Dengan mengesampingkan konsep spiritual, apa yang kalian dapat setelah menyelesaikan game yang dinamakan kehidupan ini? Tidak ada credit scenebonus movie, dan semacamnya. Kalian telah sampai pada akhir dari game tersebut tanpa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, apakah ada new game +, apakah ada franchise yang lain? Tidak ada yang tahu, satu hal yang pasti, kalian telah game over.

Dalam pandangan gamer, mungkin benar apabila dunia nyata ini adalah sebuah game sampah. Tetapi kusoge bukan berarti game tersebut tidak layak untuk dimainkan. Bayangkan saja, apabila kita berhasil mendapatkan achivement di sebuah game yang menurut orang lain susah, bukankah hal tersebut akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi kita? Hal yang serupa juga dapat kita terapkan di dunia nyata. Walau nampaknya dunia game terlihat lebih superior daripada dunia nyata, namun tetap saja ada banyak hal-hal menarik di dunia nyata yang tidak akan kalian temukan di dalam game. Daripada mengeluh tentang beratnya kehidupan ini, akan lebih baik jika kita terus berjalan maju, ingatlah, kehidupan ini adalah jalan satu arah.

Source: Soranews24

4
like
2
love
1
haha
1
wow
1
sad
1
angry
Yahya Pambudhi
the authorYahya Pambudhi
Ordinary Anon